Selasa, 23 Juli 2013 0 komentar

Sesederhana inikah... Cinta...


                                         
                         

"Tiba-tiba cinta datang kepada ku"
 "Saat ku mulai mencari"
"Tiba-tiba cinta dating kepadaku"
                             "Kuharap dia rasakan yang sama"

( Maudy Ayunda )


Waktu itu tepat sehari setelah usia mu menginjak 17 tahun. Semua dimulai begitu sederhana, senyum dan tawa seadanya. Begitu mesra bahkan bulanpun iri melihat kesederhanaan ini. Kita saling melempar candaan dan pertanyaan-pertanyaan konyol, yang kita tahu itu semua hanya untuk menahan waktu yang indah ini agar tidak berlalu begitu saja. Setiap detik pembicaraan itu begitu membuat ku terhanyut oleh kepolosan dan kejujuran mu.

Sikap yang jarang ku temui pada wanita seusia mu. Aku terbawa suasana kelam malam itu, entah mengapa kata kakak yang selalu kau lontarkan berubah menjadi kamu. hah.. aku hanya tertawa kecil mendengarkan kata itu.. Sedekat itukah kita?

Oh, aku lupa mengenalkannya.. Dia adalah adik dari teman dekat ku, namanya Annisa ulfa. Tapi, aku biasa memanggilnya Uu.  Dia memiliki  tinggi sekita 155 cm dan postur badan sedikit kurus.  Dengan raut wajah yang manis di tambah dengan gingsum di kanan-dan kiri yang menanbah keelokan wajahnya. Jilbab yang selalu melingkar di kepalanya membuat aku percaya kalau dia adalah wanita soleha, gadis yang selalu aku pinta dalam setiap do'a.
             
Sesekali aku  mendengar suara gaduh preman di pinggiran jalan tempat ku duduk, hiruk pikuk mereka menemani pembicaraan kita di tengah malam kelam ini. Aku menatap arlogi yang menempel di lengan kiri ku.
         
"Sudah terlalu larut, apa kamu belum mengantuk?" kalimat yang sangat berat ku ucapkan, karna aku masih ingin melalui malam ini dengan canda mu. 
"Kayaknya belum deh, gak tau beberapa hari ini aku susah tidur" jawabnya dengan nada sedikit lirih.

Selintas, terbesit di benakku pertanyaan yang begitu gila, iya.. begitu gila!    Tak sadar aku telah 3 menit mendiaminya. Aku tak mau kehilangan waktu yang singakt ini begitu saja. Sembari membakar tembakau berkulit putih yang sedang ku pegang di sela jari telunjuk dan tengah tangan kanan ku. Aku bertanya dengan sedikit cemas.. 
         
"Menurut kamu, apakah mungkin kita bisa bersama?" pertanyaan yang mengawali pagi yang terlalu dini ini.  Aku tak tahu entah mengapa mulut ini tak bisa menahan kata-kata itu. Di samping aku khawatir dengan jawabannya, perasaan yang begitu legapun turut menemani ku karna aku bukan tipe orang munafik.
          
"Kalau kamu yakin, pasti bisa" jawabnya dengan begitu sederhana. Seakan lebih meyakinkan ku untuk bisa mendapatkannya. sesederhana inikah dirimu?
  Ketika aku ingin bertanya sekali lagi, tiba-tiba dia mematahkan pertanyaan ku 
        
"Dua bulan belakangan ini, semenjak kamu datang kepernikahan kak fitri, aku  mulai menyukai mu riko" tambahnya. Jawaban itu seakan membawaku berada di tepian bukit tinggi bertanah tandus berhawa sejuk dipagi hari di temani suara burung camar yang bergantung di atas ranting pohon cemara. Begitu sejuk,begitu dingin... Seakan-akan aku bisa menggapai gumpalan awan putih yang lalu lalang di depan mata ku. 
         
“Trus, bagaimana dengan abang mu? Kamu tau kan kalau dia teman dekat ku juga?” keningku berkerut semeraut, kacau.. kacau.. “tak harus aku merusak semua”  batin ku.


bersambung....         




Rabu, 16 Januari 2013 2 komentar

Dermaga, remind me of ...

Hy Dermaga, kita bertemu lagi..

Hhmm.. Kamu adalah tempat di mana aku bisa merasa bebas, bebas dari pemikiran dunia yang begitu membosankan ini. Desiran ombak-ombak kecil bekas perahu lewat selalu di tunggu anak-anak yang biasa mandi di tepian sungai. Tak pernah ku lihat warnamu berubah, tetap sama coklat kekuning-kuningan yang mungkin disebababkan oleh air limbah perusahaan yang tidak peduli dengan keindahan mu ini. Setiap sore tiapaku mengunjungimu, aku selalu melihat para pemancing amatir melepas penat memancing ikan di sungai ini. Haha.. Masih sama seperti terakhir kali aku ke sini.

Apa? Aku berubah? Hmm.. Iya aku tak lagi bersamanya ke sini. Sebenarnya aku tak mau membahas dia, tapi tetap saja setiap aku mengunjungimu memang aku selalu membawanya. Sudah empat bulan belakangan ini aku melalui hari-hari berat selepas kepergiannya. haha.. Ternyata aku yang berubah bukan kamu (Dermaga).

Upss.. Dia memanggilku,iya dia. Kenalin namanya Ana,orang yang menemaniku beberapa minggu belakangan ini. Maap aku tak bisa bercerita banyak tentangnya kepadamu. Aku harus buru-buru ni ngantarin dia pulang soalnya suara adzan mulai terdengar dari kejahuan.

Lain kali aku janji cerita deh.. Ok aku pergi dulu ya. See you next time ;)
Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

Sunyi adalah teman Sejati :')


Kurebahkan badan ini di atas tembok datar yang langsung menghadap ke langit. Tak kala aku melihat bintang berpijar begitu terang menghiasi langit kelam di malma ini. Tersadar ku sejenak. Tak kulihat indah terang bulan di malam gelap. Apakah awan hitam sengaja membalut menyelimuti  indah cahayamu? Aku tak tau.

Kunikmati setiap hembusan angin yang begitu deras menyentuh kulit tipis pembalut tulang ini. Sambil membakar sebatang  rokok kesukaan ku dan meneguk sedikit air yang menjadi kebiasaan ku beberapa hari ini. Tiba-tiba perasaan aneh muncul. Aneh... Hingga tak mampu untuk bisa ku ucapkan. Entah apa sebutan yang pantas unuk rasa ini, Perasaan di mana aku merasa benar-benar sendiri. Apakah ini yang di sebut dengan "Kesunyian"? ...

Aku menutup mata mencoba menghilangkan rasa yang aneh ini. "Mungkin dengan menutup mata dan membayangan hal-hal indah akan menghilangkan rasa aneh ini" fikir ku. Tapi.... 
Semakin aku mencoba lari dari rasa ini, Aku semakin menemukan bayang Mu. Entah mengapa paras indah mu yang malah hadir dalam bayangan ku. Tak banyak gerik yang ku lakukan. Mungkin air mata ini dapat mewakili semua rasa yang tak bisa di jelaskan ini.

Linangan air mata yang tak mampu ku bendung ini terus membasahi kelopak kulit  rambut ku. Ingin rasanya ku hujat tuhan atas semua rintihan akan kehilangan dirimu. Untuk apa kita di pertemukan kalau nyatanya harus terpisah? Apakah tuhan sengaja mempertemukan ku dengan mu agar aku bisa merasakan rasa se-sakit ini? Aku tak mengerti dengan semua rencana indah-NYA itu.

Beberapa jam berlalu.

Aku mencoba berteman dengan kesunyian, padahal  tadinya aku sangat menakutinya. aku terseyum kecil meihat sikap bodoh ku, "kenapa aku harus takut dengan kesunyian? toh nyatanya dia hakiki kan di jiwa setiap insan", batin ku. Aku berfikir sunyi adalah teman terbaik ku. teman yang menemani ku beberapa jam ini. Sunyi adalah teman paling mengerti tentang keadaan ku ini. Saat semua telah pergi dia hadir dan hanya dia yang menemaniku.

Haah..  Aku mencoba mengusap linangan air mata ini. Bagiku kini kau hanya kenangan dan akan tetap menjadi kenangan terindah. Bila kau merindukan ku. Tataplah langit kelam diatas sana. Sibaklah awan hitam yang menyelimuti bulan  dan lukislah paras ku di antara bintang yang berpijar.

Jagalah diri mu di kota yang asing itu, Aku dengar ibu kota kejam. Jadi berhati-hatilah di sana :)

Senin, 17 Desember 2012 0 komentar

I'm Pirate's!!

Gara-gara nemenin adik gue si david nonton film yang tema nya tentang bajak laut. Gue jadi ke inget sama lagunya "Dropkick Murphys" yang judulnya "I'm Shipping Up To Boston". 

Mau dengerin? ni chekidot bekicot 

 

Saran gue kalo lu udah denger ni lagu,trus lo mau jadi bajak laut. ingat!! jangan serang kapal gue !!!





Selasa, 11 Desember 2012 0 komentar

I want to be a street lamp... (Mom)

Waktu itu setelah sesaat saya selesai membaca novel yang berjumlah 256 halaman itu,saya tidak menyadari kehadiran sang hujan yang datang tiba-tiba. kehadiran sang hujan yang begitu terlihat jelas di balik kaca jendela kamar yang berada di lantai dua tempat peristirahatan saya. Saya tidak hanya meliha indahnya air jatuh dari langit itu,tapi saya melihat remang cahaya lampu jalan di seberang tempat saya melihat.

Sambil menyerut moccacino kesukaan saya. Saya begitu terpana melihat lampu di sebrang jalan itu,dia kokoh berdiri tegak dan kuat. Di ujungnya terlihat jelas lengkungan cahaya indah kuning kemerah-merahan yang selalu menerangi orang yang melintasi jalan itu. begitu indah,sampai-sampai dia bisa membuat saya bertanya-tanya "kenapa keindahan yang selama ini ada di sekitar saya tapi tak pernah saya sadari?"

Saya kembali duduk di sofa yang mengahadap tepat di depan jendela kamar. Saya menikmati suasana yang tenang dan tentram itu. Sambil memperhatikan lampu jalan itu,pikiran saya mengawang.
*hening

Ssssttt...

Saya tersintak & sadar dari lamunan yang tentram itu. Saya baru menyadari ada FILOSOFI di balik "lampu jalan" itu.

"Betapa hebatnya lampu jalan itu,lampu yang selalu di lewati berpuluh bahkan beratus orang yang menggukan cahayanya untuk menerangi jalan mereka". Betapa bergunanya dia untuk semua orang. aku kagum dengan lampu jalan itu,sangat kagum!

Di saat yang berkesan itu,saya menyempatkan diri untuk membaut puisi untuk orang yang selalu menerangi jalan saya,ini dia :


Wahai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Kau berdiri kokoh tegak lurus
Cahaya indah mu yang berpijar kuning ke merah-merahan membuatku terhanyut
Terhanyut akan indah cahaya yang kau beri

Wahai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Indah pelita mu tak pernah berhenti menerangi jiwa ku,
Jiwaku yang selalu membutukhkan terang yang kau milki.

Whai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Maaf kan lah aku yang tak pernah menyadari keberadaan mu,
Menyadari terang yang selama ini slalu kau berikan kepada ku.

Wahai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Teruslah sinari hatiku dengan sinar mu
Teruslah menjadi penuntunku ketika ku merasa gelap.

Wahai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Ketika engkau sudah tidak sanggup berpijar lagi
Aku yang akan menerangi mu di surga sana

Wahai lampu jalan ku...   ( Ibu )
Tetaplah terang benderang
Menerangi aku,kamu dan orang-ornag yang membuthkan pelita mu

                                                         puisi karya : Riko putra zalukhu


Puisi di atas,di persembahkan kepada mama ku "DERNAWILIS" . Orang yang tak pernah berhenti memberi pelitanya kepada kedua buah hatinya. Terimakasih mama,semoga pelita yang selama ini kau pancarkan kepada buah hatimu ini akan berguna sampai akhir hayat kami.



Selasa, 27 November 2012 2 komentar

....


Berjuta rasa-rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata, dengan berbagai cara-cara kau slalu membuat ku bahagia..
Ya.. itu sepenggal lyrics dari lagunya Maliq and The Essential yang biasa di nyanyiin si "tuan muda".Dia teman deket gue baru-baru ini. ups.. hampir kelupaan,maksud "tuan muda" di sini adalah ejekan yang biasa gue pakai ke dia karna suka banget nyuruhin gue.  kalo dia nyuruh gue ini-itu gue bakalan jawab “iya tuan muda” pasti kita ngakak bareng.  Kadang kalau gue sewot karna dia minta tolong, dia bakal ngeluarin kata-kata bak malaikat yang turun ke bumi “kan gue minta tolong doang,gak nyuruh lo”. Kalau denger kata itu,gue cuma bisa diam mirip anak TK abis di marahin guru. maklum gue kan anaknya polosan haha.. *nyengir ala setan





ini dia si "tuan muda" !

Hmm.. Sambung cerita yang tadi. Iya si tuan muda lagi jatuh cinta, bahasa gaulnya palling in loph-an gitu.  Sampe ni anak sempet-sempetnya nyiapin lagu buat acara penembakannya ntar. Dari curhatan-curhatan dia ke gue si,dia lebih ke arah di php-in ntu cewek. Ya itulah namanya orang lagi jatuh, pangeran seklaipun kalo lagi jatuh cinta bakal bertindak lebih rendah dari seorang budak.

Apa yang di rasain si tuan muda berbanding terbalik sama apa yang gue rasain. Pernah waktu itu gue sempet deket dengan cewek,kira-kira dua mingguan yang lalu. Ceritanya gini, gue kenalan dengan cewek sebut aja namanya “Gadis”. Waktu itu sekitar jam 20.00 WIB . karna baru pulang dari kerjaan,gue sempetin buat online di suatu media social buat ngilangin stres.

Tiba-tiba gue di samperin gadis, yaudah kita saling ngobrol lewat tu media social. karna gue ngerasa nyaman ngobrol sama tu anak, gue nekatin buat mintai nomor handphoenya dia. Ternyata gadis respect,kita saling sms-an sampe telponan. gadis anaknya perhatian si, Dia sering ngingetin gue makan,minum,mandi sampe saking perhatiannya dia juga ngingetin gue biar pup jangan sembarangan. *emang gue apaan???

Awalnya gue illfil sih liat ni cewek soalnya over banget. toh nyatanya gak ada hubungan apa-apa perhatiannya kebangetan. Tapi tenang, gue yang pernah jadi playboy waktu SD  nanggepin semua perhatian yang dia beri cuma sebatas perhatian seorang temen. Ya kan gue baru putus, jadi gak mungkinkan secepat itu.

Hari berganti angin Tetap berhembus, Cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh * ngidupin tape  sambil ngipas-ngipas*. Karna gue ngerasa udah saatnya kita ketemu,akhirnya gue janjiin buat ketemuan. Niat gue sih kalo gue ada fill sama ni cewek,pasti bakal gue gebet. kita janjiin hari buat ketemuan.

*hening

Sampe akhirnya hari yang di tentuin pun datang,tepat jam 19.00 wib gue ngegas motor butut gue ke rumah ntu cewek. “ Assalamu’alaikum,ini bener rumahnya bunga?” terdengar suara cewek nyahut dari dalam rumah “iya, saya bunga” . gue terkejut,gemeter,menggigil,jantungan,struk trus mati.
Gak-gak,gue becanda haha..

Si gadis pun keluar,kita saling pandang-pandangan. Ya namanya baru pertama ketemu malu-malu dikit kayak kucing hamil. Si gadis langsung ngajakin gue jalan keluar,lah gue langsung bengong. Rencana gue sih mau duduk-duduk doang di rumah ni anak,eh malah di ajak keluar. Ya mau gak mau sebagai laki yang baik gue nurut.

Kita berduapun jalan. ”mau kemana ni dis? Gue gak ada tujuan ni” si gadis malah nyengir trus bilang “ke kampus gue aja,kebetulan lagi ada pameran gitu”. Gue nurut. akhirnya sampe di kampus ni anak. Gue di kenalin sama temen-temennya dia, waduh bohai-bohai,cantik semua. Waktu temennya nanya ke gadis gue siapanya dia,gadis dengan lugas dan mantap bilang kalau gue ini cowoknya dia. busseeett.. gue bengong plus illfil seupil-upilnya.

Gue berusaha cari cara biar bisa pergi dari tempat ini,gue minta pulang. Gak abis pikir ni cewek saikonya minta ampun,jadi dia deketin gue ampe segitunya cuma buat pamer ketmen-temennya kalau gue ini cowoknya dia,sumpah deh caper banget.
Gue pulang  trus mandi kembang tujuh rupa. doa gue  "Semoga move on gue terus berjalan dan gak sial lagi,amin".
Rabu, 31 Oktober 2012 0 komentar

Masa Lalu itu ...

       Jantung berdegup kencang, kepala begitu terasa panas dan tubuhpun terasa membeku... Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saya merasakan tubuh ini di bawa kembali kemasalalu. Di paksa untuk mengingat semua kenangan-kengan itu, kenangan yang selalu menghantui saya untuk maju. Berusaha mengehntikan saya berfikir kedepan  untuk memulai hari-hari yang baru. tapi masa lalu itu terus datang dan berlari mengikuti di belakang saya. Saya berusaha menepuk muka dan mencubitkan pipi,tapi ini nyata !!!

       Ini terjadi pada beberapa malam yang lalu,saat dengan tidak sengaja saya melihat timeline sang mantan.
Begitu absurab, ntah perasaan aneh apa itu. jujur perasaan itu terus datang semenjak beberapa bulan yang lalu tapi kali ini begitu dahsyat.. 

       Malam itu saya tidak bisa tenang,gelisah,risau. bahkan kopi yang biasanya saya racik untuk membuat saya tenang tetap tidak bisa meredakan ketakutan saya. saya berusaha mengutak-atik beberapa media sosial untuk mencari teman yang bisa mendengarkan ketakutan saya dan berharap ada yang bisa membantu.

       Beruntunglah tidak lama setelah saya log-in di salah satu media sosial. saya mendapatkan seorang teman untuk berbagi cerita. saya rasa dia orang yang tepat untuk mendengarkan curhatan akan ketakutan saya. sebut namanya "Indri" (nama di samarkan). Dia adalah anak yang baik dan selalu mengemukakan syariat-syariat agama untuk mengemukakan pendapatnya. saya langsung menyapanya  "indri,aku ingin bercerita aku takut !!!" 

       Indri begitu heran melihat ketakutan saya. dia tidak pernah menyangka orang yang biasanya riang datang tiba-tiba membawa ketakutan yang begitu besar. Indri pun mendengarkan saya bercerita tentang apa yang saya rasakan di malam yang begitu hebat itu.

       Setelah lama berbincang-bincang dengan indri. saya baru menyadari bahwa saya tidak bisa melepaskan diri dari rasa sakit akibat peristiwa yang sudah lalu dan rasa takut akan masa depan, serta tidak bisa menerima hidup dimasa sekarang.  pemikiran akan masa depan yang begitu menakutkan terjadi karna saya takut kesalahan yang lalu akan terulang lagi dan mungkin akan memberikan rasa sakit yang lebih.

       Pernyataan di atas menyadarkan saya bahwa rasa takut yang saya rasakan beberapa bulan ini terjadi karna saya tidak dapat mengikhlaskan masalalu itu sendiri. betapa bodohnya saya menghabiskan beberapa waktu yang lalu dengan rasa penyesalan akan kesalahan saya. betapa tololnya saya harus terus di hantui dengan semua itu

       Saya memutuskan untuk bangkit dan sadar akan kebodohan saya selama ini. kita manusia kita tidak selamanya benar. seharusnya sebagai manusia kita belajar dari kesalahan masa lalu,bukan harus menyesali apa yang sudah terjadi .

       Bagaikan seekor singa yang mengaung keras di daratan luas. saya berteriak bahwa saya akan terus maju, terus dan terus  melangkah kemasa depan yang lebih indah. Ini bulan baru dan ini semangat baru .saya begitu bergairah dan begitu optimis untuk menjalani masa sekarang yang akan menentukan masa depan tanpa harus menoleh kebelakang !!!

Ini bukan fiktif, Ini nyata !


 
;